Apa Itu Virus Ebola?

Apa Itu Virus Ebola?
Kamu tak serta-merta tertular ebola saat berdekatan dgn seorang yg terinfeksi. Ebola tak contohnya virus influenza maupun Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Seorang terinfeksi virus ebola lewat kontak segera dgn cairan badan pasien. Hal semacam ini berlangsung saat cairan badan contohnya muntah maupun darah pasien tentang mata, hidung, maupun mulut orang lain.

Di masalah kesempatan ini, beberapa orang yg terinfeksi ialah mereka yg menjaga saudaranya yg terinfeksi, maupun mempersiapkan jenazah yg bakal dikebumikan.

Beberapa orang yg berprofesi di bagian kesehatan berisiko tinggi tertular, intinya mereka yg tak terlatih maupun tak dilengkapi perlengkapan yg lumrah.

Virus ebola bisa bertahan hidup di permukaan benda. Maka dr itu, benda apapun yg terkontaminasi dgn cairan badan pasien, contohnya sarung tangan karet maupun jarum suntik, bisa jadi media penularan virus itu.

Di sebagian kawasan di Afrika Selatan, terdapat keyakinan bahwasanya saat seorang menyebutkan kata " ebola " dgn keras, maka saat itu serta virus itu tampak. Keyakinan ini mengakibatkan beberapa dokter, contohnya Doctors Without Borders, susah memeranginya.

Bahkan juga, beberapa anggota orang-orang menyalahkan dokter menjadi pihak yg menebarkan virus. Mereka yg terinfeksi pilih pergi ke dukun untuk memperoleh penyembuhan.

Sikap skeptis mereka bukan hanya tanpa ada karena. Di masa kemudian, pekerja rumah sakit yg tak waspada jadi jadi agen penyebaran virus itu.

Berdasarkan Pusat Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, biasanya tanda-tanda tampak seputar delapan sampai 10 hari sesudah seorang terpapar virus.

Tanda-tanda awalannya ialah pusing, demam, serta nyeri. Kadang-kadang tampak ruam-ruam di badan pasien. Hal semacam ini diikuti dgn diare serta muntah-muntah.

Lalu, menurut makin dr 50% masalah yg terdapat, virus ebola menyerang dengan cara mengerikan. Pasien alami muntah darah maupun kencing darah. Diluar itu, keluar darah dr kulit, mata, maupun mulut pasien. Tetapi, bukan hanya ini yg mengakibatkan pasien wafat, tetapi saat pembuluh darah di pada badan keluarkan cairan. Hal semacam ini mengakibatkan desakan darah alami penurunan dengan cara tajam hingga hati, ginjal, jantung, serta organ yang lain berhenti berprofesi.

Bagaimana penyembuhan penyakit ini?

Sekarang ini, belum terdapat vaksin maupun obat untuk ebola. Saat wabah pada awal mulanya berlangsung, sejumlah 60-90 % pasien wafat. Selama ini, hal yg dikerjakan dokter ialah menjaga pasien, memakai cairan serta obat-obatan untuk melindungi desakan darah terus normal. Beberapa dokter serta memberi penyembuhan yang lain saat infeksi ini menyerang badan pasien yg makin lemah. Beberapa kecil orang nyatanya mempunyai imunitas pada virus ebola.

Dr mana virus ini berawal?

Pertama kali, ebola diketemukan di 1976. Awalannya, virus ini disangka berawal dr gorila. Wabah ebola pada manusia berlangsung saat mereka mengonsumsi daging gorila. Tetapi, teori ini dibantah beberapa ilmuwan. Pasalnya, bila hal semacam ini benar, maka semestinya makin bnyk kera yg terinfeksi serta lalu mati daripada manusia.

Beberapa ilmuwan yakin bahwasanya kelelawar ialah penyebar virus ini. Rangkuman ini menurut studi yg dipublikasikan sama Emerging Infectious Diseases. Instansi ini lakukan riset pada 276 kelelawar yg di tangkap di 4 kawasan di Banglades.

Penularan berlangsung saat kera serta manusia mengonsumsi makanan yg sudah terserang air liur kelelawar. Dapat serta, kera maupun manusia menyentuh benda-benda yg sudah terserang air liur maupun kelelawar, serta lalu menyentuh mata serta mulut sendiri.

Wabah kesempatan ini disangka berawal dr suatu desa di dekat Gueckedou, Guinea, dimana berburu kelelawar ialah hal yg wajar, bagi Doctors Without Borders.